MADURATIMES — Pergi dan pulang melaut untuk mencari ikan, bagi nelayan Desa Legung Timur dan Legung Barat, Kecamatan Batang—batang, Kabupaten Sumenep, seakan menjadi kewajiban membawa pasir ke atas perahunya.
“Nelayan kalau mau naik ke perahunya, ambil pasir dulu baru berangkat melaut,” terang Ahmad Junaidi.
Kebiasaan nelayan itu tidak ada kaitannya dengan banyak dan sedikitnya hasil tangkapan nelayan. Tetapi pasir sudah menyatu dan sekan-akan menjadi “jimat” dalam kehidupan para nelayan.
Saat pulang melaut, pasir yang dibawa kemudian diusapkan ke beberapa anggota tubuh nelayan. Hal itu dipercaya menghilangkan kepenatan selama mencari ikan.
“Bahkan ada nelayan yang langsung guling-guling ke pasir untuk menghilangkan rasa penat,” terang Ali Makki, salah satu nelayan di Desa Legung Timur.
Sambil menunggu para suami datang melaut, isteri-isteri dan anak-anak nelayan berseloroh di depan rumahnya beralaskan pasir. Mereka selalu berharap suami-suami mereka datang dengan hasil tangkapan yang banyak dan pulang dalam keadaan selamat.
Kebiasaan lainnya bagi nelayan, sehabis melaut, tidur seharian di atas kasur pasir di dalam rumah mereka, bisa mengembalikan tenaga yang terkuras selama di tengah laut.
“Tidak perlu pijat atau minum jamu kalau hanya untuk mengembalikan stamina, cukup tidur nyenyak di kasur pasir,” ungkap Ali Makki.

Leave a Reply