Logo Arema FC (istimewa)

Logo Arema FC (istimewa)



Arema FC sukses membuat Stadion Kanjuruhan kembali angker setelah mengalahkan tim kuat Madura United dengan skor 2-0 melalui gol Makan Konate dan Rivaldi Bawuoh.

Tim Singo Edan benar-benar membuat Madura United kewalahan dengan permainan yang cukup agresif. Terlebih di lini tengah yang dikomandoi Hendro Siswanto membuat pemain dari Laskar Sapeh Kerrab tidak bisa berbuat banyak.

Babak Pertama

Mengawali babak pertama, Arema FC terlihat ingin dominan dalam permainan. Hal itu ditunjukkan Hamka Hamzah dkk dengan melakukan pressing penuh ketika kehilangan bola.

Dengan permainan tersebut layak jika Singo Edan menciptakan satu gol pada menit ke 4 melalui shooting keras dari Makan Konate.

Kombinasi umpan pendek dengan Riki Kayame dimanfaatkan Makan Konate yang tidak dikawal terlalu ketat oleh pemain Madura United dengan langsung melakukan shooting keras terarah. Kiper M. Ridho yang mencoba menghalau nyatanya tidak bisa karena tendangan dari pemain asing asal Mali itu yang terlampau keras.

Setelah gol dari Makan Konate itu, Arema FC masih terus melakukan pressing hingga memaksa pemain Madura United hanya bisa menyerang sampai separuh lapangan.

Singo Edan kembali mendapat peluang emas melalui tendangan keras Dendi Santoso dari luar kotak penalti, tapi kali ini kiper Madura United lebih sigap untuk menyelamatkan gawangnya dari dua kali kebobolan.

Madura United yang terus ditekan sedikit demi sedikit mencoba keluar dari cengkraman para pemain Arema FC. Melalui serangan balik dari Greg Nwokolo ataupun Andik Vermansyah, Laskar Sapeh Kerrab mencoba beberapa kali menciptakan peluang.

Namun nampaknya lini belakang Arema FC yang dipimpin oleh kapten tim Hamka Hamzah tidak ingin mengulang kesalahan yang pernah dilakukan sebelumnya. Dan serangan yang dilakukan Madura United harus terhenti dari kesigapan lini belakang.

Di atas menit 30, tempo pertandingan semakin turun dan kedua tim juga menjaga permainan agar tidak lengah hingga kebobolan oleh tim lawan. Hingga babak pertama usai, keunggulan satu gol Arema FC dari Madura United tidak berubah.

Babak Kedua

Babak kedua berjalan, pelatih Madura United Rasiman mengganti Ante Bakmaz dengan Guntur Ariyadi untuk memperkuat lini pertahanan yang semula hanya menggunakan tiga pemain belakang.

Meski masuknya Guntur Ariyadi untuk memperkuat sisi kiri tidak membuat motor serangan Arema yang diisi Riki Kayame, Konate, Dendi Santoso dan Sunarto tidak bisa menekan Madura United, justru mereka kerap memberikan serangan kepada tim yang di manageri oleh Haruna Sumitro itu. 

Singo Edan kembali mendapatkan peluang pada menit 59 usai terjadi kemelut di depan gawang. Alfarizi memberikan umpan cantik dengan backheel kepada Jayus Hariyanto yang langsung disambar dengan sepakan keras. Beruntung kiper Madura United M. Ridho mampu merespon cepat sepakan keras Jayus sehingga gawangnya masih aman.

Di sisa 10 menit terakhir, Arema FC masih sanggup memberikan ancaman ke gawang Ridho. Dendi melepaskan sepakan voli yang sulit dijangkau Ridho, tetapi bola masih membentur mistar gawang.

Akhirnya, Arema FC berhasil mengunci kemenangan pada menit ke 84 lewat Rivaldi Bawuoh. Ridho yang gagal menepis bola dengan cepat sehingga bola masuk gawang dan memberikan keunggulan dua gol bagi Singo Edan. 

Atas kemenangan ini, pelatih Arema FC Milomir Seslija mengaku senang karena timnya bisa kembali meraih kemenangan setelah sebelumnya kalah di laga tandang.

"Pemain sudah bekerja keras, tapi sebenarnya ada beberapa peluang yang bisa menjadi gol. Terlepas dari itu, kemenangan ini cukup berarti bagi kami," kata pelatih asal Bosnia-Herzegovina ini.

Tiga poin di Stadion Kanjuruhan ini membuat Singo Edan naik ke posisi 5 dengan raihan 41 poin dari 26 pertandingan yang sudah dijalani. 


End of content

No more pages to load