Foto mobil Ngocok Yuk yang diamankan Satpol PP Padang (Satpol PP Padang)

Foto mobil Ngocok Yuk yang diamankan Satpol PP Padang (Satpol PP Padang)


Pewarta

Dede Nana

Editor

A Yahya


Media sosial (medsos) sedang ramai-ramainya memperbincangkan "Ngocok Yuk" yang jadi salah satu trending topik di Twitter, Jumat (1/11/2019). Dimana, sampai berita ini ditulis sudah ada sekitar 1.444 cuitan warganet yang meramaikan tagar #NgocokYuk.

Ramainya #NgocokYuk dimulai saat salah satu mobil waralaba minuman kopi cokelat di Padang, Sumatera Barat, diamankan Satpol PP setempat, Rabu (30/10/2019) lalu. Peristiwa itu pun menjadi ramai saat pemilik brand minuman kopi cokelat "Ngocok Yuk" Winda Faresa, memberikan komentar keberatannya atas diamankannya satu mobil jualannya.

Winda, seperti dikutip Kompas.com (Jumat, 1 Oktobehr 2019) menyatakan keheranannya kepada Satpol PP Padang yang mengganggap brand yang dibuatnya sejak 2017 lalu dan kini telah mencapai 75 unit di Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Jakarta dan Jawa Barat. Dianggap memakai kata-kata tidak senonoh dan melanggar norma agama dan budaya Minang. Serta dikonotasikan dengan masturbasi.

"Padahal, "Ngocok Yuk" itu kependekan dari Ngopi Cokelat. Supaya kopi dan cokelatnya lebih merata dan enak rasanya, memang harus dikocok sehingga ada lanjutan kata-kata 'Semakin Dikocok, Semakin Nikmat'," ucap Winda yang semakin heran kenapa baru sekarang diamankan dan dianggap melanggar norma kesusilaan.

Tagar Ngocok Yuk yang diambil dari kependekan yang disebut Winda, memang mendominasi mobil jualan kopi cokelat itu. Dimana, body mobil samping kiri, kanan dan belakang, tertulis kalimat Ngocok Yuk yang mendominasi.

Warganet pun riuh memperbincangkan peristiwa itu. Seperti yang disampaikan oleh akun @PanggilSajaAldi, yang menciutkan, "Masa iya orang jualan minuman 'Ngocok Yuk' dianggep mempunyai arti negatif, Apa kabar minuman KO&THOL??" cuitnya, Jumat (1/11/2019).

Pun akun @CastilloJoshima yang merasa heran dengan hal itu. "Heran yak apa tiap kali kata kocok itu negatif?kocok arisan apa itu kotor juga??" tulisnya.

Berbagai pernyataan pun terlontar dari warganet, sehingga membuat tagar Ngocok Yuk viral dan jadi trending topik. 

Hal ini menurut @JimmyTuheteru dikarenakan banyak warga +62 memiliki insting kepornoan sangat tinggi. "Banyak warga +62 memiliki insting kepornoan yg sangat tinggi.

Imajinasi mereka langsung liar tak terkendali jika melihat kata "susu", "basah", "becek", "pisang", "terong", "ngocok" dsb," cuitnya.

Ada pula warganet yang setuju dengan adanya tindakan Satpol PP Padang yang mengamankan mobil Ngocok Yuk tersebut. Seperti disampaikan @imanueldauds, "Nih buat sodara2 yg menganggap brand "Ngocok Yuk" itu gaperlu ditindak lanjuti, coba sodara2 baca dulu ini. Biar gk cuma asal omong "Otak kalian aja yg mesum"," cuitnya sambil melampirkan sebuah tangkapan layar berupa aturan terkait produk makanan dan minuman yang tak diperbolehkan dipergunakan.


Kepala Satpol PP Kota Padang Al Amin kepada media juga membenarkan atass peristiwa tersebut. 
"Memang kita sita, karena sudah meresahkan masyarakat. Banyak yang protes, karena nama-nama seperti itu tak bagus untuk dilihat," ucap Al Amin yang juga menegaskan pihaknya bertindak karena adanya laporan warga yang merasa resah dengan pemakaian kalimat Ngocok Yuk yang berkonotasi porno.

 


End of content

No more pages to load