Ilustrasi pencabulan (javanewsonline)

Ilustrasi pencabulan (javanewsonline)



Apa yang dilakukan M, warga kawasan Kampung Betek, Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, benar-benar patut disesalkan. Pasalnya, ia yang telah beristri dan dikenal sebagai takmir dari masjid setempat, justru melakukan perbuatan tercela. Dia diduga melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur yang masih duduk di bangku SMA.

Dari informasi yang dihimpun MalangTIMES.com pelaku M, pria yang berumur sekitar 50 tahunan itu, berhubungan dengan korban, sebut saja Melati namaya. Hubungan badan yang dilakukan bersama gadis yang masih berumur 16 tahun itu, sudah dilakukan sebanyak 7 kali dengan latar belakang suka sama suka. Parahnya, berdasarkan informasi yang beredar, perbuatan pelaku dilakukan di lokasi masjid.

Akibat perbuatannya tersebut, pelaku kemudian dilaporkan oleh orang tua Melati yang tak terima dengan perlakuan M kepada putrinya yang masih duduk di bangku sekolah. Hingga akhirnya, petugas kepolisan Polres Malang Kota, menciduk pelaku dan menggelandangnya ke Polres Malang Kota (6/9/2019).

Ketua RT setempat, Slamet Bactiar menjelaskan, jika pihaknya juga merasa kaget dan menyesalkan dengan adanya kejadian tersebut. Pihaknya mengakui jika saat ini yang bersangkutan telah diamankan oleh pihak kepolisian. “Tahu-tahu sudah digiring di kelurahan. Saya juga sempat datang ke kantor kelurahan. Untuk lebih jelasnya mungkin sama pihak kepolisian saja," jelasnya (8/9/2019).

Pihaknya juga mengakui, tidak terlalu mengetahui dan mengenal lebih dengan sosok M. Sebab, menurutnya, M merupakan pribadi yang tertutup dan pendiam. Namun ia tidak menyangkal, jika M merupakan orang yang aktif dalam kegiatan keagamaan. "Ya pernah sesekali bertegur sapa, nggak terlalu jauh, karena memang saya sibuk kerja," paparnya.

Sementara itu, Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander SIK, MH, ketika dikonfirmasi MalangTIMES, membenarkan informasi adanya kejadian tersebut. Pihaknya juga membenarkan jika saat ini yang bersangkutan sudah diamankan oleh petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

"Betul, untuk lebih lanjutnya, nanti Senin door stop sama saya, sekalian rilis," ungkapnya singkat pada MalangTIMES.com, saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp (7/9/2019).

Tag's Berita

End of content

No more pages to load